Info Sekolah
Mail Instagram
Profile Sekolah

Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar

sdintegral.sch.id — Ayah Ibu, kebanyakan orangtua cenderung fokus mengajarkan membaca, menulis dan berhitung (calistung) pada putra-putrinya jika telah masuk TK B. Bahkan ada yang diikutkan les membaca, menulis dan berhitung, karena khawatir tidak bisa masuk SD yang diinginkan.Kebanyakan orang tua justru melupakan hal-hal lain yang lebih dibutuhkan ketika anak mereka di SD. Apa saja yang sebaiknya dipersiapkan orangtua agar anak-anaknya kelak siap belajar di SD?

     Di bawah ini hal-hal yang perlu disiapkan sebelum masuk SD: 
  1. Persiapkan mentalnya. Jika sudah dekat waktunya, beri wawasan tentang kondisi di sekolah dasar. Mulai lingkungan sekolahnya, model belajarnya. Tetapi tidak boleh menakut-nakutinya.Dengan menakut- nakuti malah akan membuat anak cemas dan takut.
  2.  Membekalinya dengan pengetahuan agama. Menanamkan akhlaqul karimah dengan memberinya tauladan dan wawasan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan saat belajar atau bermain akan membantu dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Selain itu membekalinya dengan Al Qur’an baik bacaan maupun hafalan juga dibutuhkan, apalagi sekolah yang dipilih adalah sekolah Islam.
  3.  Dilatih keterampilan hidup. Ajarkanlah keterampilan hidup sederhana seperti memakai baju berkancing dan kaos, memakai celana, sabuk, memakai kaos kaki dan sepatu, makan sendiri, membersihkan diri setelah BAK dan BAB, menyisir rambut, dll. Keterampilan hidup ini akan mendidik anak menjadi mandiri dan percaya diri.
  4. Dilatih memahami prosedur kerja. Jika anak terbiasa dengan prosedur, akan sangat membantunya jika dia melakukan kegiatan belajar di SD. Di rumah melatih prosedur dapat dilakukan dengan intensif, misalnya melatih prosedur makan, anak diminta membantu menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk makan, kemudian bagaimana makan yang baik, dan apa yang dilakukan setelah makan (piring dan gelas kotor diletakkan dimana, cuci tangan dll).
  5.  Mampu mengikuti aturan. Kemampuan mengikuti aturan ini berhubungan dengan kontrol diri mereka dan rasa tanggung jawab dalam dirinya. Supaya anak-anak dapat mengontrol dirinya, beri kesempatan pada mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengaktifkan seluruh inderanya, seperti main pasir, ublek, playdoug, main air, memasak, mengenal berbagai bau, rasa dan tekstur dsb. Jika inderanya sudah aktif anak-anak akan lebih mudah mengontrol/mengendalikan dirinya. Untuk melatih anak bertanggung jawanb dapat dilakukan dengan memberikan tugas-tugas sederhana dirumah secara konsisten, misalnya merapikan tempat tidurnya, membuang sampah, atau membantu membersihkan debu. Dengan kebiasaan melaksanakan tugas di rumah, rasa tanggung jawab akan tumbuh sehingga memudahkan anak mudah mengikuti aturan dimanapun berada.
  6.  Mampu menyelesaikan masalah dengan bahasa. Kemampuan menyelesaikan masalah sangat dibutuhkan dalam bersosialisasi dengan sesama. Melatih menyelesaikan masalah dibutuhkan teladan dari orangtua dan orang dewasa di sekelilingnya. Sikap tenang, sabar dan memberitahu cara menyelesaikan suatu masalah pada anak serta membiasakan anak untuk berbicara dengan baik dalam menyampaikan masalah perlu dimiliki oleh para orang tua.
  7.  Mampu mengelola diri sendiri. Mengelola diri sendiri sangat dibutuhkan ketika anak belajar di sekolah dasar, kapan saatnya dia harus fokus, kapan dia harus menanggapi, kapan dia boleh bermain dan kapan dia harus mengerjakan tugas. Dengan kemampuan mengelola diri dengan baik, maka anakpun akan banyak menyerap pelajaran. Kemampuan ini berhubungan erat dengan kontrol diri dan aturan yang telah dilatihkan. Jika anak telah mampu mengontrol dirinya dan dapat mengikuti aturan, Insya Allah dia juga akan mampu mengelola dirinya.
  8.  Mampu bekerjasama dengan teman menghasilkan karya yang realistisKemampuan bekerjasama sangat dibutuhkan untuk belajar secara kelompok di sekolah dasar. Untuk itu memberinya kesempatan untuk bermain dan berteman dengan teman-teman sebayanya akan sangat mendukung kemampuan bekerjasama pada anak.
  9. Mampu menggunakan motorik kasar dan halus serta kontrol dalam bemain. Perkembangan motorik kasar dan halus ini sangat penting karena mempengaruhi kemampuan berpikirnya. Beri kesempatan anak untuk mengembangkan motorik kasarnya dengan mengajaknya berolahraga dan bergerak terarah, dan latihlah motorik halusnya dengan bermain pasir, play dough dll.
  10. Perkenalkan juga keterampilan dasar membaca dan menulis tanpa dengan mendrillingnya. Misalnya: di rumah kita bisa melabelisasi barang-barang yang ada di rumah, sehingga anak terbiasa dengan huruf, atau saat jalan-jalan bacalah tulisan-tulisan yang kita lihat, bacakan cerita setiap malam sehingga kosa kata anak banyak. Sedangkan untuk berhitungnya libatkanlah dalam kegiatan ketika makan, belanja atau jalan-jalan. Sama-sama menghitung piring, menghitung belanjaan atau menghitung kendaraan yang lewat. Buatlah kegiatan-kegiatan tersebut menyenangkan, sehingga anak akan termotivasi untuk terus mempelajarinya.
  11. Ayah Ibu, ternyata tidak hanya kemampuan calistung yang harus disiapkan, tetapi wawasan agama, emosi, sosial dan kemandirian itu jugasangat dibutuhkan dan harus benar-benar kita latihkan pada anak kita, sebagai bekal masuk SD. Anak yang matang dan siap masuk SD akan menjadi anak yang percaya diri dan berprestasi. 
         Ustzh.Wida Al Maidah (Ketua Integral Learning Center – ILC)
 

0 komentar:

Posting Komentar